Dulu, saat masih duduk di bangku SMA, banyak diantara siswa maupun siswi berpikir kalau kehidupan saat perkuliahan itu enak, belajarnya tidak setiap hari seperti di sekolah, banyak waktu senggangnya apalagi kalau dosennya tidak masuk, dan lain-lain. Sedikit tergelitik mendengar hal itu, namun dapat dikatakan hampir 90% dari apa yang mereka pikirkan tentang kehidupan perkuliahan adalah salah besar. Justru pada saat kuliah nanti, hidup akan terasa lebih sulit. Mulai dari aktifitas/kegiatan kampus yang padat hingga tugas-tugas dari dosen yang datang bertubi-tubi dan silih berganti. Dibandingkan dengan kehidupan siswa yang aktifitasnya hanya belajar dan mengerjakan tugas, kehidupan mahasiswa jauh lebih dan sulit karena mahasiswa bukan hanya belajar namun juga dituntut untuk bisa mengaplikasikan ilmu-ilmunya untuk diterapkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Itulah
mengapa mereka disebut dengan “Maha” siswa. Artinya, jika merujuk pada KBBI,
maka kata “Maha” memiliki arti yaitu sangat; teramat; dan amat. Sebagaimana
yang sudah dijelaskan sebelumnya, mahasiswa berperan lebih besar dalam
kehidupan sosial di lingkungan masyarakat dibanding-kan dengan siswa biasa.
Selain itu ada beberapa hal yang juga membedakan antara siswa dengan mahasiswa,
diantaranya yaitu:
1.
Mahasiswa
memiliki pribadi yang mandiri
Sebagaimana kehidupan siswa di sekolah menengah pada
umumnya, dalam hal belajar, ilmu-ilmu yang mereka dapatkan masih bergantung
pada teori-teori yang dijelaskan oleh guru-guru mereka di kelas. Artinya mereka
masih “disuapin” ilmu oleh guru mereka. Sedangkan mahasiswa dituntut untuk bisa
mengeskplorasi ilmu-ilmu dan wawasan yang mereka miliki dengan cara melakukan
penelitian, menghadiri seminar/workshop,
studi banding, dan lain-lain. Sehingga menjadikan mereka untuk tidak hanya
bergantung pada penjelasan dosen-dosen di kelas. Inilah yang menjadi wujud
mahasiswa yang mandiri.
2.
Mahasiswa mampu
memikul amanah/tanggung jawab yang lebih besar
Seperti yang telah disampaikan di atas, mahasiswa
tidak hanya belajar untuk diri mereka sendiri namun juga untuk orang-orang di
sekitar mereka. Maksudnya di sini adalah mahasiswa mengemban amanah yaitu
mengabdikan diri mereka untuk masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk bisa
menerapkan ilmu-ilmu yang mereka miliki dalam bentuk pengabdian diri untuk
kemaslahatan masyarakat di sekitar mereka.
3.
Mahasiswa mampu
berpikir secara rasional
Berbeda dengan siswa, dalam hal ini mahasiswa
dituntut untuk harus bisa me-nyelesaikan segala permasalahan yang ada di
lingkungan masyarakat dengan ber-pikir secara logis. Hal ini agar solusi yang
nantinya akan mereka berikan dapat efektif dan berdampak baik sehingga dapat
menyelesaikan permasalahan dengan cepat tanpa merugikan orang lain.
4.
Mahasiswa harus
kritis!
Di sini maksudnya adalah dalam membahas atau
membicarakan suatu isu, mahasiswa harus berpikir secara kritis karena ini
bertujuan agar mendapatkan segala informasi dengan jelas dan informasi tersebut
dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan.
Inilah
beberapa hal yang membedakan antara siswa dengan mahasiswa. Dari sini juga
terlihat jelas, bukan hanya kehidupannya yang berbeda akan tetapi sikap dan
pola pikir siswa dengan mahasiswa sangat jauh berbeda. Sehingga ini dapat
menjadi catatan bagi para pembaca, khususnya siswa sekolah menengah atas untuk
memahami hakikat diri mereka sendiri dan juga untuk mempersiapkan diri sebelum
nantinya mereka akan memasuki yang namanya kehidupan mahasiswa yang luar biasa.
Sumber: http://kbbi.web.id/maha-,
http://muda.kompas.id/






