Senin, 18 Desember 2017

PERSEPSI YANG KELIRU TENTANG KEHIDUPAN DAN HAKIKAT MAHASISWA


Dulu, saat masih duduk di bangku SMA, banyak diantara siswa maupun siswi berpikir kalau kehidupan saat perkuliahan itu enak, belajarnya tidak setiap hari seperti di sekolah, banyak waktu senggangnya apalagi kalau dosennya tidak masuk, dan lain-lain. Sedikit tergelitik mendengar hal itu, namun dapat dikatakan hampir 90% dari apa yang mereka pikirkan tentang kehidupan perkuliahan adalah salah besar. Justru pada saat kuliah nanti, hidup akan terasa lebih sulit. Mulai dari aktifitas/kegiatan kampus yang padat hingga tugas-tugas dari dosen yang datang bertubi-tubi dan silih berganti. Dibandingkan dengan kehidupan siswa yang aktifitasnya hanya belajar dan mengerjakan tugas, kehidupan mahasiswa jauh lebih dan sulit karena mahasiswa bukan hanya belajar namun juga dituntut untuk bisa mengaplikasikan ilmu-ilmunya untuk diterapkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Itulah mengapa mereka disebut dengan “Maha” siswa. Artinya, jika merujuk pada KBBI, maka kata “Maha” memiliki arti yaitu sangat; teramat; dan amat. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, mahasiswa berperan lebih besar dalam kehidupan sosial di lingkungan masyarakat dibanding-kan dengan siswa biasa. Selain itu ada beberapa hal yang juga membedakan antara siswa dengan mahasiswa, diantaranya yaitu:
1.        Mahasiswa memiliki pribadi yang mandiri
Sebagaimana kehidupan siswa di sekolah menengah pada umumnya, dalam hal belajar, ilmu-ilmu yang mereka dapatkan masih bergantung pada teori-teori yang dijelaskan oleh guru-guru mereka di kelas. Artinya mereka masih “disuapin” ilmu oleh guru mereka. Sedangkan mahasiswa dituntut untuk bisa mengeskplorasi ilmu-ilmu dan wawasan yang mereka miliki dengan cara melakukan penelitian, menghadiri seminar/workshop, studi banding, dan lain-lain. Sehingga menjadikan mereka untuk tidak hanya bergantung pada penjelasan dosen-dosen di kelas. Inilah yang menjadi wujud mahasiswa yang mandiri.

2.        Mahasiswa mampu memikul amanah/tanggung jawab yang lebih besar
Seperti yang telah disampaikan di atas, mahasiswa tidak hanya belajar untuk diri mereka sendiri namun juga untuk orang-orang di sekitar mereka. Maksudnya di sini adalah mahasiswa mengemban amanah yaitu mengabdikan diri mereka untuk masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk bisa menerapkan ilmu-ilmu yang mereka miliki dalam bentuk pengabdian diri untuk kemaslahatan masyarakat di sekitar mereka.

3.        Mahasiswa mampu berpikir secara rasional
Berbeda dengan siswa, dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk harus bisa me-nyelesaikan segala permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat dengan ber-pikir secara logis. Hal ini agar solusi yang nantinya akan mereka berikan dapat efektif dan berdampak baik sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dengan cepat tanpa merugikan orang lain.

4.        Mahasiswa harus kritis!
Di sini maksudnya adalah dalam membahas atau membicarakan suatu isu, mahasiswa harus berpikir secara kritis karena ini bertujuan agar mendapatkan segala informasi dengan jelas dan informasi tersebut dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan.

Inilah beberapa hal yang membedakan antara siswa dengan mahasiswa. Dari sini juga terlihat jelas, bukan hanya kehidupannya yang berbeda akan tetapi sikap dan pola pikir siswa dengan mahasiswa sangat jauh berbeda. Sehingga ini dapat menjadi catatan bagi para pembaca, khususnya siswa sekolah menengah atas untuk memahami hakikat diri mereka sendiri dan juga untuk mempersiapkan diri sebelum nantinya mereka akan memasuki yang namanya kehidupan mahasiswa yang luar biasa.

Sumber: http://kbbi.web.id/maha-, http://muda.kompas.id/